Penentuan Harga Ch Lapangan Dari Hasil Test Trial Embankment dan Implementasinya Untuk Prediksi Pemampatan di Lapangan Dengan Metode Konvensional, Elemen Hingga Dan Asaoka Studi Kasus: Reklamasi Terminal Kuala Tanjung Medan

Nasya, Farah (2017) Penentuan Harga Ch Lapangan Dari Hasil Test Trial Embankment dan Implementasinya Untuk Prediksi Pemampatan di Lapangan Dengan Metode Konvensional, Elemen Hingga Dan Asaoka Studi Kasus: Reklamasi Terminal Kuala Tanjung Medan. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
3114106002-Undergraduate-Theses.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB) | Request a copy

Abstract

Pemampatan konsolidasi yang terjadi pada lapisan tanah lempung membutuhkan waktu yang sangat lama karena kemampuan tanah lempung untuk merembeskan air sangat kecil. Oleh sebab itu, diperlukan metode untuk mempercepat waktu pemampatan yaitu dengan cara memberi beban prealoading yang dikombinasi dengan prefabricated vertical drain (PVD). Tujuan pemasangan PVD adalah agar air dari dalam pori tanah dapat mengalir keluar dengan cepat melalui aliran arah vertikal dan horizontal sehingga pemampatan yang terjadi dapat berlangsung dengan cepat. Untuk menghitung waktu pemampatan akibat aliran air pori arah horizontal dan vertical, diperlukan parameter tanah yaitu koefisien konsolidasi arah horizontal (Ch) dan koefisien konsolidasi arah vertikal (Cv). Harga Cv yang digunakan pada umumnya diperoleh dari data laboratorium; sedang harga Ch diasumsikan sebesar 2-5 kali harga Cv. Oleh sebab itu, prediksi pemampatan yang umum dilakukan sering kurang akurat dibandingkan hasil pemampatan aktual di lapangan. Pada studi ini harga Cv lapangan yang digunakan dalam perhitungan merupakan harga Cv gabungan dari harga Cv tiap lapisan. Harga Ch dicari dengan cara melakukan fitting curve antara hasil prediksi pemampatan dengan hasil test trial embankment yang berupa pemampatan dari hasil monitoring di lapangan menggunakan settlement plate. Setelah kedua parameter tersebut didapatkan, besar pemampatan di prediksi dengan tiga metode yaitu metode konvensional (Terzaghi), Elemen Hingga (PLAXIS), dan Asaoka. Dari hasil prediksi pemampatan tersebut dapat diketahui metode yang memberikan hasil prediksi yang paling mendekati hasil pemampatan di lapangan. Data yang dipergunakan dalam studi ini berasal dari trial embankment di area container yard di Koala Tanjung, Medan, Sumatera Utara. Ketebalan lapisan tanah lembek dengan harga NSPT < 10 adalah setebal 15 m; nilah Cv gabungan adalah sebesar 0,147 m²/minggu. Dengan menggunakan fitting curve, harga Ch yang diperoeh dari tiga metode tersebut sedikit berbeda, yaitu: metode Terzaghi menghasilkan Ch=1,25xCv, metode elemen hingga menghasilkan Ch=1,35xCv, dan metode Asaoka menghasilkan Ch=1,45xCv. Harga Ch rata-rata dari tiga metode tersebut adalah sebesar 1.35xCv. ====================================================================================== Consolidation settlement of clay soil takes very long time to finish; it is because clay soil has very small permeability coefficient. Due to that reason, it needs a method to accelerate and to shorten the time of settlement. The most popular method to overcome the problem is preloading that combined with prefabricated vertical drain (PVD). The purpose of installing PVD is to make the pore water can be easily flowing out thru vertical and horizontal directions so that the consolidation process takes place in shorter time. In order to predict the time of consolidation settlement, it needs two parameters, those are coefficient of consolidation in vertical direction (Cv) and in horizontal direction (Ch). The Cv value is determined from the soil laboratory, the Ch value usually is assumed as 2-5xCv. Because of that, the settlement prediction is usually is not accurate enough compared to the field settlement. In this study, the Cv value used for settlement prediction was the combined Cv from each soil layer. The Ch value was determined by using fitting curve method between settlement prediction and field settlement from trial embankment. After those iv two parameters obtained, prediction of settlement was carried out by using conventional (Terzaghi) method, Finite Element method (PLAXIS), and Asaoka method. From the settlement prediction, it would figure out which method that was able to give settlement prediction close to the field settlement. Data used in this study is from the trial embankment in the container yard area at Koala Tanjung, Medan, North Sumatera. Thickness of very soft to soft layer (NSPT < 10) is 15.0 m; the combined Cv value is 0,147 m²/minggu. By using the fitting curve method, the Ch value determined from those three methods is different to each other, those are Ch=1,25xCv (from Terzaghi method), Ch=1,35xCv (from Finite Element method), and Ch=1,45xCv (from Asaoka method). When those two parameters (Cv and Ch) used to predict the settlement, Asaoka method give better result than the others two methods.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Asaoka; Konsolidasi; Preloading; Terzaghi; Trial Embankment; consolidation; Ch; Cv
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > TA749 Soil stabilization
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Civil Engineering > 22201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: - FARAH NASYA
Date Deposited: 03 Apr 2017 07:51
Last Modified: 22 Dec 2017 01:39
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/2593

Actions (login required)

View Item View Item