Pemodelan Distribusi Kapal Lpg Pt. Pertamina Untuk Memenuhi Rantai Pasok Lpg Di Indonesia Bagian Barat Menggunakan Metode Simulasi Diskrit

Fikri, Fauzan (2017) Pemodelan Distribusi Kapal Lpg Pt. Pertamina Untuk Memenuhi Rantai Pasok Lpg Di Indonesia Bagian Barat Menggunakan Metode Simulasi Diskrit. Undergraduate thesis, Insitut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
4212100112-Undergraduated_Theses.pdf - Published Version

Download (4MB) | Preview

Abstract

Peran transportasi laut dalam industri maritim Indonesia sangatlah penting, termasuk transportasi kapal yang mengangkut muatan LPG dari kilang untuk didistribusikan ke depot. Data dari Outlook Energi Indonesia yang dikeluarkan oleh Dewan Energi Nasional menunjukkan bahwa kebutuhan LPG tiap tahun terus meningkat dan daerah yang mengalami peningkatan cukup tinggi masih terdapat di daerah Indonesia bagian barat, tepatnya di Pulau Sumatra mengalami peningkatan kebutuhan 3% tiap tahun nya dan Pulau Jawa 3,9% tiap tahun nya. Berdasarkan hasil data yang memperlihatkan kenaikan kebutuhan tersebut, maka upaya untuk memenuhinya diperlukan suatu kajian ulang terhadap pola distribusi kapal yang sesuai dengan data teknis di terminal pelabuhan muat dan pelabuhan bongkar. Pada penelitian ini terdapat batasan tujuan distribusi kapal yang sudah dianggap mewakili daerah Indonesia bagian barat, yaitu ke terminal pelabuhan (depot) Pangkalan Susu, Lampung, dan Tanjung Priuk. Dari data-data yang mempengaruhi pola distribusi kapal, akan digunakan untuk meniru sistem transportasi eksisting yang sebelumnya sedang beroperasi dengan menggunakan metode simulasi diskrit, kemudian mengevaluasinya serta membangun skenario perbaikan dengan variasi jumlah dan ukuran kapasitas kapal agar mendapat pola distribusi yang efektif dan efisien. Dari hasil penelitian ini, didapatkan skenario yang mampu memenuhi kebutuhan masing-masing tujuan terminal pelabuhan dengan studi kasus selama 5 tahun ke depan dan juga yang memiliki nilai utilitas tinggi. Untuk skema tujuan depot Pangkalan Susu yang membutuhkan 2 juta MT, skenario yang didapat yakni 1 kapal dengan kapasitas angkut 1.500 Metric Ton (MT), 1 kapal 1.950 MT, 1 kapal 970 MT, 1 kapal 1.700 MT, dan 1 kapal 1.400 MT. Skema tujuan depot Lampung yang membutuhkan 825 ribu MT, skenario yang didapat yakni 1 kapal dengan kapasitas angkut 1.500 MT dan 1 kapal 2.500 MT. Lalu untuk skema depot Tanjung Priuk yang membutuhkan 4,7 juta MT, skenario yang didapat yakni 1 kapal kapasitas angkut 9.400 MT, 1 kapal 9.700 MT, dan 1 kapal 6.200 MT. ================================================================================================================== The role of sea transport in Indonesia is very important maritime industry, including in the transportation of ship carrying LPG of refinery for distributed to discharging port in fulfill supply LPG to regions that require. The result of data from the Energy Outlook Indonesia issued by the National Energy Board, mentioned the demand of LPG every year continues to rise, and there is a regions has high increased still at western part of Indonesia, precisely in the Sumatra Island has increased the demands of its 3% every year and Java has increased of 3.9% every year. Based on the results of data showing the increased of the demand, so effort to necessary an assesment for remake case study on the distribution pattern of vesseles with the thechincal data on the loading port and discharging port. In the research, there are limits the purposes of vessels distribution was considered to represent the region western part of Indonesia, that is to terminal port of Pangkalan Susu, Lampung, and Tanjung Priuk. The data has affecting distribution pattern of vessels, will be used to replicate previously existing transport system currently operated by using discrete simulation method, evaluated, and scenario building improvements to variations number and size of the capacity of vessels to get distribution pattern of effective and efficient. The result of this research obtained scenario capable to meet the demands of each destination terminal port with a case study during the next 5 years and also which has a vesseles operating expenses are the most economical. The scheme of purpose terminal port of Pangkalan Susu requiring 2 million MT, a scenario which obtained the 1 vessel of 1.500 MT, 1 vessel of 1.950 MT, 1 vessel of 970 MT, 1 vessel of 1.700 MT and 1 vessel of 1.400 MT; destination of scheme terminal port of Lampung requiring 825 thousand MT, scenarios obtained the 1 vesself of 1.500 MT and 1 vessel of 2.500 MT; and then for scheme terminal port of Tanjung Priuk requiring 4,7 million MT, a scenario which obtained the 1 vessel of 9.400 MT, 1 vessels of 9.700 MT, and 1 vessel of 6.200 MT

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Kebutuhan LPG, Simulasi Diskrit, Distribusi Kapal LPG
Subjects: V Naval Science > V Naval Science (General)
V Naval Science > VM Naval architecture. Shipbuilding. Marine engineering > VM293 Shipping--Indonesia--Safety measures
Divisions: Faculty of Marine Technology (MARTECH) > Marine Engineering > 36202-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: - FAUZAN FIKRI
Date Deposited: 04 Apr 2017 02:51
Last Modified: 06 Mar 2019 02:34
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/2696

Actions (login required)

View Item View Item