Evaluasi Kinerja Trayek Bus Kota Surabaya (Rute Bungurasih - Perak)

Saputri, Rining G (2018) Evaluasi Kinerja Trayek Bus Kota Surabaya (Rute Bungurasih - Perak). Diploma thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
10111410000083-Undergraduate_Theses.pdf - Accepted Version

Download (15MB) | Preview

Abstract

Penyelesaian kemacetan lalu lintas di Surabaya adalah meningkatkan penggunaan transportasi masal. Bus kota adalah salah satu bentuk transportasi masal, sehingga trayek bus kota di Surabaya perlu dievaluasi kinerjanya melalui penelitian waktu tunggu (headway) dan faktor muat (load factor). Trayek bus kota yang dianalisis terdiri dari tipe bus P4, PAC-1 dan Suroboyo bus mulai dariTerminal Bungurasih- Terminal Tanjung Perak. Analisa distribusi penumpang menggunakan sumber refrensi dari Ofyar Z.Tamin, perencanaan dan permodelan transportasi edisi kedua, penerbit ITB, dari refrensi tersebut membutuhkan data survey occupancy dan survey naik turun penumpang dengan metode matrik asal tujuan dan meramalkan jumlah penduduk dimasa yang akan datang menggunakan metode analogi dan metode furness. Analisa kinerja bus kota dan Analisa kebutuhan jumlah armada menggunaka pedoman teknis penyelenggaraan angkutan umum di wilayah perkotaan dalam trayek tetap dan teratur SK.687/AJ.206/DRJD/2002. Waktu tunggu maximum dari 3 (tiga) jenis bus tersebut melebihi standar waktu tunggu maximum sebesar 20 menit menurut pedoman teknis penyelenggaraan angkutan umum di wilayah perkotaan dalam trayek tetap dan teratur SK.687/AJ.206/DRJD/2002. Survey occupancy yang dilakukan selama 12 jam mulai pukul 06.00-18.00 di titik tinjauan bus kota ini menghasilkan waktu tunggu (headway) maximum sebesar 35 menit. Hasil penelitian faktor muat untuk tipe bus P4 dan Suroboyo bus maximum 0,5, sehingga faktor muat kedua tipe bus ini masih di bawah standar faktor muat sebesar 0,7. Namun, faktor muat untuk tipe PAC-1 maximum adalah 0,8 atau melebihi standar faktor muat menurut pedoman teknis penyelenggaraan angkutan umum di wilayah perkotaan dalam trayek tetap dan teratur SK.687/AJ.206/DRJD/2002. Perhitungan analisis jumlah armada rencana berdasarkan hasil perhitungan waktu tunggu dan faktor muat menghasilkan jumlah armada maximum hingga tahun 2023 sebesar 48 unit armada PAC-1. Armada PAC-1 yang ada saat ini hanya 20 unit. Dengan demikian untuk mendapatkan faktor muat yang memenuhi persyarat, armada perlu ditambah jumlahnya hingga pada tahun 2023 menjadi 28 unit. ========================================================================The completion of traffic congestion in Surabaya is to increase the use of mass transportation. The city bus is one of the forms of mass transportation, so the city bus route in Surabaya needs to be evaluated its performance through the research of headway and load factor. The city bus trajectory analyzed consisted of bus type P4, PAC-1 and Suroboyo bus starting from Bungurasih Terminal - Tanjung Perak Terminal. Analysis of the distribution of passengers using reference source from Ofyar Z.Tamin, planning and transportation modeling of the second edition, ITB publisher, of the reference requires occupancy survey data and passenger down and down survey with the method of matrix of destination and predict the population in the future using the analogy method and furness method. Analysis of the performance of the city bus and the analysis of the need for the number of fleets using technical guidelines for the implementation of public transport in urban areas in fixed and regular routes SK.687 / AJ.206 / DRJD / 2002. Maximum waiting time of 3 (three) types of bus exceeds the maximum waiting time standard of 20 minutes according to technical guidance of public transportation in urban areas in fixed and regular route SK.687 / AJ.206 / DRJD / 2002. A 12-hour occupancy survey from 06:00 to 18:00 at the city's bus sighting point generates a maximum of 35 minutes of headway time. The result of load factor research for bus P4 and Suroboyo bus maximum 0,5, so that load factor of both types of bus is still below the standard load factor of 0.7. However, the load factor for the PAC-1 maximum type is 0.8 or exceeds the load factor standard according to the technical guidance of public transport in urban areas in fixed and regular routes SK.687 / AJ.206 / DRJD / 2002. The calculation of the number of plan fleet analysis based on the calculation of the waiting time and the load factor resulted in the maximum number of fleets up to 2023 by 48 units of PAC-1 fleet. The existing PAC-1 fleet is only 20 units. Thus to get the load factor that meets the requirement, the fleet needs to be increased in number until 2023 to 28 units.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Transportasi Massal, Analisa Kinerja Trayek, Headway, Load Factor, Jumlah Armada
Subjects: T Technology > TE Highway engineering. Roads and pavements
T Technology > TE Highway engineering. Roads and pavements > TE7 Transportation--Planning
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Civil Engineering > 22301-(D4) Diploma 4
Depositing User: G Rining Saputri
Date Deposited: 21 Jun 2021 02:46
Last Modified: 21 Jun 2021 02:46
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/54350

Actions (login required)

View Item View Item