Pabrik Sirup Glukosa dari Biji Jagung dengan Proses Hidrolisis Enzim

Hermaningsih, Marini and Aditya, Mahendra (2018) Pabrik Sirup Glukosa dari Biji Jagung dengan Proses Hidrolisis Enzim. Diploma thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
10411500000037_10411500000043-Non_Degree.pdf - Accepted Version

Download (9MB) | Preview

Abstract

Berdasarkan data Kementrian Perdagangan Industri (Kemenperin)dan Badan Pusat Statistik (BPS) kebutuhan sirup glukosa di Indonesia Indonesia (salah satu negara di wilayah ASEAN) mengalamni kenaikan. Perkiraan kebutuhan sirup glukosa di wilayah Indonesia pada tahun 2021 sebesar 200.490,7 ton/tahun, semakin besarnya kebutuhan sirup glukosa wilayah Indonesia memberikan peluang untuk didirikan sebuah pabrik siruo glukosa. Proses pembuatan sirup glukosa pada industri kimia yang umum digunakan ada tiga macam, yaitu proses hidrolisis enzim yang menggunakan enzim untuk menghasilkan pati, proses hidrolisis asam yang melarutkan pati dalam air lalu menambahkan asam, dan proses hidrolisis enzim-asam yang menggunakan asam pada tahap awal kemudian dilanjutkan dengan hidrolisis menggunakan enzim.. Setelah dilakukan perbandingan antara ketiga proses tersebut, maka dapat diketahui bahwa proses hidrolisis enzim memiliki lebih banyak keunggulan, oleh karena itu pabrik sirup glukosa ini diproduksi menggunakan proses hidrolisis enzim. Proses produksi hidrolisis enzim terbagi dalam empat tahap. Tahap pertama yaitu tahap pretreatment, dimana biji jagung diambil patinya dengan proses dengan proses steeping; penggilingan; pemisahan dengan lembaga; pemisahan sentrifugasi. Tahap kedua yaitu tahap gelatinasi yang mencampurkan suspensi pati dengan CaCl2 dan memanaskannya dengan jet cooker untuk memecah granula pati. Tahap ketiga yaitu tahap hidrolisis yang terdiri dari dua proses, yaitu likuifikasi dan sakarifikasi. Pada proses likuifikasi,pati ditambahkan enzim alfa-amilsae, dan proses sakarifikasi ditambahkan enzim glukoamilase. Tahap keempat terdiri dari proses filtrasi dengan menggunakan rotary vacum filter, proses pemucatan dengan menambahkan karbon aktif, proses ion exchanger untuk menghilangkan logam Ca2+ dan Cl- dengan menggunakan kation exchanger dan anion exchanger. Pabrik sirup glukosa yang akan didirikan berkapasitas 27.000 ton/tahun diambil dari 20% kebutuhan di tahun 2021, direncanakan didirikan di Kejayan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Sirup glukosa umumnya digunakan sebagai bahan baku industri permen, bahan substituen industri fermentasi, dan industri farmasi. Pabrik ini menggunakan bahan baku biji jagung dari lahan pertanian jagung di Pasuruan. ============================================================ Based on data from the Ministry of Trade Industry (Kemenperin) and Central of Statistics (BPS) needs of glucose syrup in Indonesia Indonesia (one country in the ASEAN region) experienced an increase. Estimated requirement of glucose syrup in Indonesia in 2021 is 200,490,7 tons / year, the bigger requirement of glucose syrup in Indonesia gives an opportunity to establish a glucose syrup factory. The process of making glucose syrup in chemical industry is commonly used there are three kinds, namely the enzyme hydrolysis process that uses enzymes to produce starch, acid hydrolysis process that dissolves starch in water then add acid, and process hydrolysis acid-acid enzyme in the early stage then followed by hydrolysis using enzyme. After comparing the three processes, it is known that enzyme hydrolysis process has more advantages, therefore glucose syrup factory is produced using enzyme hydrolysis process. The enzyme hydrolysis production process is divided into four stages. The first stage is pretreatment stage, where the corn seed is taken by the process with steeping process; milling; germ separation ; separation of centrifugation. The second stage is the gelatinating stage mixing the starch suspension with CaCl2 and heating it with a jet cooker to break down the starch granules. The third stage is the hydrolysis stage consisting of two processes, namely liquification and saccharification. In the process of liquefaction, starch is added enzyme alfaamilsae, and saccharification process added glucoamylase enzyme. The fourth stage consists of filtration process using rotary vacuum filter, blanching process by adding activated carbon, ion exchanger process to remove Ca2 + and Cl-metal by using cation exchanger and anion exchanger. The glucose syrup factory which will be established with a capacity of 27,000 tons / year is taken from 20% requirement in 2021, planned to be established in Kejayan, Pasuruan District, East Java. Glucose syrup is commonly used as raw material for candy industry, fermentation industry substituent, and pharmaceutical industry. This plant uses corn kernels from corn farming in Pasuruan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Sirup Glukosa, Biji Jagung, Hidrolisis Enzim
Subjects: T Technology > TP Chemical technology > TP370 Food processing and manufacture
Divisions: Faculty of Vocational > 24305-Industrial Chemical Engineering
Depositing User: marini hermaningsih
Date Deposited: 23 Jun 2021 08:19
Last Modified: 23 Jun 2021 08:19
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/54979

Actions (login required)

View Item View Item