Pengambilan Minyak Atsiri dari Biji Ketumbar (Coriandrum Sativum) dengan Etanol Menggunakan Ekstraksi dan Distilasi

Wardana, Ganar and Fathurrahman, Qisthi (2018) Pengambilan Minyak Atsiri dari Biji Ketumbar (Coriandrum Sativum) dengan Etanol Menggunakan Ekstraksi dan Distilasi. Diploma thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
10411500000074_10411500000077_Non_Degree.pdf - Accepted Version

Download (2MB) | Preview

Abstract

Minyak atsiri merupakan hasil metabolisme sekunder di dalam tumbuhan. Ketumbar mempunyai aroma yang khas, aromanya disebabkan oleh komponen kimia yang terdapat dalam minyak atsiri. Ketumbar mempunyai kandungan minyak atsiri berkisar antara 0,4-1,1%, minyak ketumbar termasuk senyawa hidrokarbon beroksigen, komponen utama minyak ketumbar adalah linalool yang jumlah sekitar 60-70% dengan komponen pendukung yang lainnya adalah geraniol (1,6-2,6%), geranil asetat (2-3%) kamfor (2-4%) dan mengandung senyawa golongan hidrokarbon berjumlah sekitar 20% (-pinen, -pinen, dipenten, p-simen, -terpinen dan -terpinen, terpinolen dan fellandren). Pada penelitian ini penulis memanfaatkan biji ketumbar untuk mengambil minyak atsiri dengan etanol menggunakan metode ekstraksi dan distilasi. Proses pengambilan minyak atsiri terdiri dari beberapa tahap. Tahap pertama adalah persiapan bahan baku. Tahap kedua adalah proses ekstraksi pembuatan produk. Tahap ketiga adalah proses distilasi pembuatan produk. Tahap keempat adalah prosedur analisa. Hasil dari praktikum inovasi ini yaitu pertama, Berdasarkan hasil praktikum, didapatkan minyak hasil ekstraksi dan soxhletasi dari waktu 3 jam dengan pelarut 600, 700, 800, dan 900 ml secara berurut yaitu 1,6; 1,7; 1,8; 2,4 ml. Waktu 3,5 jam yaitu, 1,7; 1,8; 3,15; dan 3,25 ml. Waktu 4 jam yaitu, 2,1; 2,9; 3,4 dan 4,25 ml. Waktu 4,5 jam yaitu, 3; 3,6; 4,6 dan 4,9 ml. Waktu 5 jam yaitu, 3,4; 3,7; 5,4 dan 6,4 ml.; kedua, Hasil analisa ini membuktikan bahwa lamanya waktu proses ekstraksi sangat berpengaruh terhadap jumlah ekstrak yang dihasilkan. Minyak terbanyak dihasilkan pada waktu 5 jam dan pelarut 900 ml yaitu, sebesar 6,4 ml. Minyak terkecil dihasilkan pada waktu 3 jam dan pelarut 600 ml yaitu, 1,6 ml.; ketiga, Hasil analisa kandungan senyawa Linalool minyak atsiri ketumbar yang didapat dengan analisa GC-MS di PT. Gelora Djaja yaitu sebesar 87%, lebih banyak dari kandungan senyawa yang ada di Guenther yaitu, 60-70%.; keempat, Kandungan senyawa Linalool yang banyak pada minyak atsiri biji ketumbar bisa dimanfaatkan sebagai bahan campuran parfum, bahan insektisida, keperluan farmasi. ======================================================================================================= Essential oil is the result of secondary metabolism in plants. Coriander has a distinctive aroma, the aroma is caused by the chemical components contained in essential oils. Coriander has a volatile oil content ranging from 0.4-1.1%, cilantro oil including oxygenated hydrocarbon compound, the main component of coriander oil is linalool which amount about 60-70% with other supporting components is geraniol (1.6-2, 6%), geranil acetate (2-3%) chamophy (2-4%) and containing about 20% hydrocarbon group compound (-pinen, dipenten, p-simen, -pinen and -pinen, terpinolen and fellandren ). In this study the authors used coriander seeds coriandrum sativum var microcarpum (small fruit size) to take essential oils with ethanol using extraction and distillation methods. The process of taking essential oil consists of several stages. The first stage is the preparation of raw materials. The second stage is the extraction process of making the product. The third stage is the distillation process of making the product. The fourth stage is the analytical procedure. The result of this innovative practice is first, Based on the results of the experiment, obtained oil extraction and soxhletasi from time 3 hours with solvents 600, 700, 800, and 900 ml in sequence that is 1.6; 1.7; 1.8; 2.4 ml. Time 3.5 hours ie, 1.7; 1.8; 3.15; and 3.25 ml. Time 4 hours ie, 2.1; 2.9; 3.4 and 4.25 ml. Time is 4.5 hours ie, 3; 3.6; 4.6 and 4.9 ml. Time 5 hours ie, 3.4; 3,7; 5.4 and 6.4 ml .; second, The results of this analysis prove that the length of time the extraction process is very influential on the amount of extract produced. The most oil is produced at 5 hours and the 900 ml solvent is 6.4 ml. The smallest oil is produced at 3 hours and the 600 ml solvent is 1.6 ml .; third, result of analysis of Linalool compound of essential oil of coriander obtained with GC-MS analysis at PT. Gelora Djaja that is equal to 87%, more than the content of compounds in the Guenther is, 60-70%; Fourth, the content of Linalool compound that many of the essential oil of coriander seeds can be used as a mixture of perfumes, insecticides, pharmaceutical.

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: RSKI 661.806 War p-1 3100018076748
Uncontrolled Keywords: biji ketumbar, minyak atsiri
Subjects: Q Science > QD Chemistry > QD416 Essences and essential oils.
T Technology > TP Chemical technology > TP156 Crystallization. Extraction (Chemistry). Fermentation. Distillation. Emulsions.
T Technology > TP Chemical technology > TP370 Food processing and manufacture
Divisions: Faculty of Vocational > 24305-Industrial Chemical Engineering
Depositing User: Ganar Eka Wardana
Date Deposited: 21 Oct 2020 22:56
Last Modified: 21 Oct 2020 22:56
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/55659

Actions (login required)

View Item View Item