Pengembangan Material Serat Sabut Kelapa Untuk Homedecor Dengan Konsep Rustic

Tyas, Elna Wahyuning (2018) Pengembangan Material Serat Sabut Kelapa Untuk Homedecor Dengan Konsep Rustic. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
3411100094_Undergraduate_theses.pdf - Accepted Version

Download (45MB) | Preview

Abstract

Indonesia adalah penghasil kelapa terbesar di dunia sebesar 18.3 juta ton pertahunnya. Sabut kelapa merupakan hasil samping dan merupakan bagian yang terbesar dari buah kelapa, yaitu sekitar 35 persen dari bobot buah kelapa. Dengan demikian maka terdapat sekitar 6,4 juta ton limbah sabut kelapa yang dihasilkan dan belum termanfaatkan. Sejauh ini, sabut kelapa merupakan bahan baku untuk industri otomotif, home appliance dan kerajinan seperti sapu dan keset khususnya di Indonesia. Penelitian dimulai dengan melakukan survey lapangan dan wawancara dengan distributor dan pengrajin serat sabut kelapa yang dilanjutkan dengan eksperimen material. Lalu penulis melakukan analisis terhadap eksperimen material tersebut, analisis luaran produk, dan studi bentuk melalui moodboard, studi user melalui persona, studi market melalui tinjauan produk sejenis dan studi pasar melalui segmentasi pasar dan positioning product. Melalui hasil eksperimen dan penelitian ini diperoleh bahwa produk serat sabut kelapa dapat dibentuk se-fleksibel mungkin dengan menganyam sabut kelapa pada rangka baja, sehingga bentuk yang diperoleh tidak hanya terbatas menjadi bentuk persegi empat seperti yang biasa diterapkan pada keset. Konsep produk yang dikembangkan pada penelitian ini adalah konsep rustic, karena menyesuaikan dengan karakter sabut kelapa yang cenderung kaku dan kasar. Sebagai langkah awal, produk yang dihasilkan adalah home décor untuk di café atau hotel. ========================================================= Indonesia is the largest coconut producer in the world at 18.3 million tons per year. Coconut coir is a byproduct and is the largest part of coconut fruit, which is about 35 percent of the weight of coconut fruit. Thus there are around 6.4 million tons of waste of coconut fiber produced and untapped. So far, coconut fiber has become the raw material for the automotive industry, household appliances and handicrafts such as brooms and especially in Indonesia. The study began by conducting field surveys and interviews with coco fiber distributors and craftsmen who were published with experimental materials. Then the author analyzes the experimental materials, product output analysis, and forms studies through the mood board, studies of users through personal, market studies of products and markets through market segmentation and product positioning. Through the results and research, it was found that coir fiber can be used as flexible as possible by weaving coconut fiber on a steel frame, its shape is not only limited to the same shape that is commonly applied to a mat. The product concept developed in this study is a rustic concept because it adapts to the character of the coconut fiber which allows stiffness and roughness. As a first step, the product produced is a home decoration for a café or hotel.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: RSDP 745.5 Tya p
Uncontrolled Keywords: Serat sabut kelapa, eco design, desain produk, rustic, home décor
Subjects: N Fine Arts > NX Arts in general
T Technology > TS Manufactures > TS170 New products. Product Development
T Technology > TS Manufactures > TS171 Product design
T Technology > TT Handicrafts Arts and crafts
Divisions: Faculty of Architecture, Design, and Planning > Industrial Product Design > 90231-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: elna wahyuning tyas
Date Deposited: 08 Oct 2020 01:49
Last Modified: 08 Oct 2020 01:49
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/59495

Actions (login required)

View Item View Item