Analisis Tegangan Lokal Pada Sambungan Antar Rantai Mooring Line SPM (Single Point Mooring) Yang Mengalami Degradasi Diameter

Putera, Rafliansyah Azhar (2020) Analisis Tegangan Lokal Pada Sambungan Antar Rantai Mooring Line SPM (Single Point Mooring) Yang Mengalami Degradasi Diameter. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
04311640000015-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (13MB) | Request a copy

Abstract

Rantai mooring yang digunakan secara terus menerus tersebut dapat mengalami degradasi diameter yang disebabkan oleh faktor umur, faktor penggunaan, atau korosi. Degradasi yang dialami oleh rantai tersebut tentu saja akan berpengaruh dengan nilai tension yang terjadi pada rantai tersebut. Berdasarkan permasalahan diatas, penulis ingin melakukan analisis tegangan lokal pada sambungan rantai dengan melakukan variasi pengurangan diameter pada sambungan rantai untuk mengetahui perubahan nilai dari tegangan rantai mooring pada setiap pengurangan diameter sambungan rantai yang terjadi. Pada aturan ABS Position of Mooring System 2019 dijelaskan jika nilai safety factor untuk mooring line pada kondisi operasional atau DOC adalah 2.25 dan kondisi ekstrim atau DEC adalah 1.67. Setelah melakukan simulasi pada software ORCAFLEX, penulis mendapatkan hasil jika nilai tension terbesar yang terjadi pada kondisi DEC adalah 1554.055 kN dan nilai tension terbesar yang terjadi pada kondisi DEC adalah 1838.252 kN. Setelah itu, dapat dilakukan analisis tegangan local pada model sambungan rantai menggunakan software ANSYS dengan memasukkan nilai tension terbesar yaitu sebesar 1838.252 kN. Hasil penelitian menunjukkan jika sambungan rantai yang dikenakan gaya sebesar 1838.252 kN, maka besar degradasi diameter yang terjadi pada sambungan rantai tidak boleh melebihi 15% dari diameter awal agar besar tegangan local atau von Mises nya tidak melebihi 369 MPa (90% dari yield strength material sebesar 410 MPa). ================================================================================================================== The mooring chain that is used continuously can experience diameter degradation caused by age factor, usage factor, or corrosion. The degradation occured by the chain will certainly affect the value of the tension that occurs in the chain. Based on the problem above, the author wants to do a local stress analysis on the chain connection by varying the diameter degradation in the chain connection to determine the change in the value of the mooring chain stress at each degradation diameter of the chain connection that occurs. The ABS Position of Mooring System 2019 rule are explained if the safety factor value for mooring lines in operational condition or DOC is 2.25 and extreme condition or DEC is 1.67. After simulating the ORCAFLEX software, the author got the results if the greatest tension value that occurs in DOC is 1554.055 kN and the greatest tension value that occurs in DEC is 1838.252 kN. After that, local stress analysis can be performed on the chain connection model using ANSYS software by entering the greatest tension value of 1838.252 kN. The results show that if the chain connection is subjected to a force of 1838.252 kN, the diameter degradation that occurs in the chain connection must not exceed 15% from the initial diameter so that the local stress or von Mises stress does not exceed 369 MPa (90% from the yield strength of the material, 410 MPa).

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Sambungan rantai mooring, degradasi diameter, DOC, DEC, von Mises stress; Mooring chain connection, diameter degradation, DOC, DEC, von Mises stress
Subjects: V Naval Science > VK > VK361 Mooring of ships. Dry docks
Divisions: Faculty of Marine Technology (MARTECH) > Ocean Engineering > 38201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Rafliansyah Azhar Putera
Date Deposited: 13 Aug 2020 04:50
Last Modified: 13 Aug 2020 04:50
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/78007

Actions (login required)

View Item View Item