Pabrik Margarin dari Biji Jagung dengan Proses Hidrogenasi

Firmansyah, Awaludin Rauf and Yuzansa, Syahadana Putra (2020) Pabrik Margarin dari Biji Jagung dengan Proses Hidrogenasi. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
02211640000001-Undergraduate_Theses.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki keanekaragaman sumber daya yang cukup melimpah. Sektor agraria merupakan salah satu sektor yang potensial di hampir seluruh penjuru Indonesia dan berdampak cukup signifikan bagi perekonomian masyarakat maupun juga dari industri itu sendiri, tak terkecuali industri pangan. Industri pangan juga makin berkembang pesat seturut kebutuhan akan pangan yang makin meningkat sejalan dengan pertumbuhan penduduk yang makin masif di area urban. Salah satu jenis produksi pangan yang dibutuhkan dan pemakainya cenderung meningkat ialah Margarin. Margarin sendiri merupakan emulsi antara minyak dengan air, dan dalam kehidupan sehari-hari sering digunakan dalam pembuatan dan pemanggangan roti (bakery) dan kue. Indonesia sendiri juga memiliki potensi besar untuk mengembangkan margarin. Hal ini bisa dilihat dari kebutuhan masyarakat akan margarin yang cenderung mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Melihat fenomena ini, pendirian pabrik margarin di Indonesia dinilai cukup menjanjikan dan sedapat mungkin dapat menekan angka impor terhadap margarin. Umumnya di Indonesia bahan baku yang digunakan untuk pembuatan margarin ialah minyak kelapa sawit. Akan tetapi terkadang terdapat beberapa polemik seperti pembukaan lahan kelapa sawit yang mengorbankan kelestarian hutan alam dan gambut di sumatera dan kalimantan serta tidak semua daerah di Indonesia bisa ditanami oleh kelapa sawit. Untuk itu dilakukan pengembangan produk margarin dengan bahan baku yaitu dari minyak biji jagung. Pemilihan bahan baku ini didasarkan atas kandungan minyak dan gizi yang cukup tinggi pada bagian buah dan biji jagung. Pembuatan margarin dari biji jagung ini menggunakan proses hidrogenasi untuk memodifikasi minyak jagung agar dapat menjadi bahan margarin. Untuk dapat mendirikan pabrik margarin dari biji jagung dengan proses hidrogenasi, dibutuhkan fixed capital investment sebesar Rp. 434.264.259.344 dengan persentase modal sendiri sebesar 40% dan modal pinjaman sebesar 60%. Biaya produksi pada kapasitas 100% ialah sebesar Rp. 181.445.128.144 dengan estimasi hasil penjualan pertahun dengan kapasitas 100% sebesar Rp. 367.000.425.005. Dari perhitungan analisa ekonomi didapatkan internal rate of return (IRR) sebesar 27,17%, Pay Out Time (POT) pada tahun kelima bulan kesembilan dan Break Even Point (BEP) sebesar 28,9%. Apabila ditinjau secara aspek teknis dan ekonomis yang telah dicantumkan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa Pabrik Margarin dari Biji Jagung dengan proses Hidrogenasi ini terhitung layak untuk dilanjutkan ke tahap perencanaan pendirian. ============================================================================== Indonesia is a country that has a fairly abundant diversity of resources. The agrarian sector is one of the potential sectors in almost all parts of Indonesia and has a significant impact on the economy of the people and also from the industry itself, including the food industry. The food industry is also growing rapidly in line with the increasing need for food in line with the increasingly massive population growth in urban areas. One type of food production that is needed and its users tend to increase is Margarine. Margarine itself is an emulsion between oil and water, and in everyday life, it is often used in making and baking bread and cakes. Indonesia itself also has great potential to develop margarine. This can be seen from the people's need for margarine which tends to increase from year to year. Seeing this phenomenon, the establishment of a margarine factory in Indonesia is considered quite promising and as far as possible can reduce imports of margarine. Generally in Indonesia, the raw material used for making margarine is palm oil. However, sometimes there are some polemics such as the clearing of oil palm land which sacrifices the sustainability of natural forests and peatlands in Sumatra and Kalimantan, and not all areas in Indonesia can be planted with oil palm. For this reason, the development of margarine products with raw materials, namely from corn seed oil. The selection of raw materials is based on high oil and nutrient content in the fruit and corn kernels. The making of margarine from corn kernels uses a hydrogenation process to modify corn oil so that it becomes an ingredient for margarine. To be able to set up a margarine factory from corn kernels with a hydrogenation process, a fixed capital investment of Rp. 434,264,259,344 with the percentage of own capital of 40% and loan capital of 60%. The production cost at 100% capacity is Rp. 181,445,128,144 with estimated annual sales results with a capacity of 100% of Rp. 367,000,425,005. From the calculation of the economic analysis obtained an internal rate of return (IRR) of 27.17%, Pay Out Time (POT) in the fifth year of the ninth month, and Break-Even Point (BEP) of 28.9%. When viewed from the technical and economic aspects that have been listed above, it can be concluded that the Corn Grain Margarine Factory with the Hydrogenation process is considered feasible to proceed to the establishment planning stage.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Hidrogenasi, Biji Jagung, Margarin, Industri, Pangan
Subjects: T Technology > T Technology (General)
T Technology > TP Chemical technology
T Technology > TP Chemical technology > TP370 Food processing and manufacture
T Technology > TP Chemical technology > TP669 Oils, fats, and waxes
Divisions: Faculty of Industrial Technology > Chemical Engineering > 24201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Awaludin Rauf Firmansyah
Date Deposited: 18 Aug 2020 03:33
Last Modified: 18 Aug 2020 03:33
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/78903

Actions (login required)

View Item View Item