PRA DESAIN PABRIK HIGH FRUCTOSE SYRUP-55 DARI TEPUNG JAGUNG KAPASITAS 6.500 TON PER TAHUN

ARAFAT, PANDU AKBAR and TAUFIQURRAHMAN, MOH. RIFAN (2020) PRA DESAIN PABRIK HIGH FRUCTOSE SYRUP-55 DARI TEPUNG JAGUNG KAPASITAS 6.500 TON PER TAHUN. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
02211540000087_02211540000120-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Fruktosa merupakan monosakarida, terdiri atas 6 atom karbon (heksosa) yang merupakan isomer glukosa (C6H12O6) dan mengandung gugus karbonil sebagai keton. Pada umumnya fruktosa diperoleh melalui pemecahan sukrosa, namun seiring dengan berkembangnya zaman fruktosa juga diperoleh melalui proses isomerisasi glukosa. Pemanfaatan fruktosa sebagai pemanis dalam industri makanan berupa High Fructose Syrup (HFS). Latar belakang pendirian pabrik sirup fruktosa adalah perkembangan industri di Indonesia yang berbasis pangan. High Fructose Syrup adalah bahan penunjang dalam industri makanan dan minuman yang umum digunakan sebagai pemanis yang pada kenyataannya belum dapat terpenuhi kebutuhannya oleh produksi dalam negeri. Salah satu sumber pati yang dapat digunakan sebagai bahan baku HFS adalah tepung jagung. Lokasi pendirian pabrik HFS direncanakan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Penentuan lokasi pendirian pabrik ini didasarkan pada beberapa alasan, yaitu dengan keberadaan bahan baku, ketersediaan utilitas serta dekat dengan konsumen. Proses pembuatan HFS-55 dari tepung jagung dibagi menjadi beberapa unit proses. Kapasitas pabrik direncanankan berdasarkan data-data volume produksi, ekspor dan impor sirup fruktosa dalam negeri berdasarkan data-data dari Badan Pusat Statistik (BPS). Pabrik direncanakan mulai beroperasi pada tahun 2022, berdasarkan data-data dan perhitungan kapasitas pabrik yang masih dibutuhkan, maka ditetapkan kapasitas produksi pabrik sebesar 6.500 ton/tahun. Pendirian pabrik berkapasitas 6.500 ton/tahun dengan estimasi hasil penjualan per tahun sebesar Rp 215.475.242.200,00 atau sama dengan Rp.23.000,00/Kg sirup. Estimasi umur pabrik 10 tahun dan waktu pengembalian pinjaman selama 4,98 tahun, dapat diketahui internal rate of return (IRR) sebesar 15,77%, pay out time (POT) selama 4,98 tahun dan break event point (BEP) sebesar 38,00%. Berdasarkan analisa ekonomi tersebut, pabrik High Fructose Syrup ini layak didirikan. Diharapkan adanya pabrik sirup HFS ini dapat mensubstitusi kebutuhan pemanis dalam industri makanan di Indonesia. ========================================================= Fructose is monosaccharide, consist of 6 carbon atoms (hexose) which is an isomer of glucose (C6H12O6) and contains a carbonyl group as ketone. In general, fructose is obtained through the breakdown of sucrose, but along fructose is also obtained through the glucose isomerization process. Fructose used as a sweetener in the food industry in the form of High Fructose Syrup (HFS). High Fructose Syrup is an additive in the food and beverage industry which is commonly used as a sweetener, which in reality cannot be fulfilled by domestic production. One source of starch that can be used as raw material for HFS is corn flour. The location for the construction of the HFS factory is planned in Tuban Regency, East Java. Determination of the location for establishment of this factory is based on several reasons, namely the availability of raw materials, availability of utilities and proximity to consumers. The process of HFS-55 production from corn flour is divided into acid-enzymatic hydrolysis and glucose isomerization. The plant capacity is planned based on data on the volume of production, export and import of domestic fructose syrup based on data from the Central Statistics Agency (BPS). The factory is planned to start operating in 2022, based on the data and calculation of the plant capacity that is still needed, the factory production capacity is set at 6,500 tons / year. The establishment of a factory with a capacity of 6,500 tons / year with an estimated annual sales result of Rp. 215,475,242,200.00 or equal to Rp. 23,000.00 / Kg of syrup. The estimated age of the factory is 10 years and the loan repayment period is 4.98 years, it can be seen that the internal rate of return (IRR) is 15.77%, the payout time (POT) is 4.98 years and the break event point (BEP) is 38. , 00%. Based on this economic analysis, the High Fructose Syrup factory is feasible to establish. It is hoped that the HFS syrup factory can substitute the need for sweeteners in the food industry in Indonesia.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: corn flour, fructose, high fructose syrup, plant, fruktosa, pabrik, sirup fruktosa, tepung jagung
Subjects: T Technology > TP Chemical technology > TP370 Food processing and manufacture
Divisions: Faculty of Industrial Technology and Systems Engineering (INDSYS) > Chemical Engineering > 24201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Moh. Rifan Taufiqurrahman
Date Deposited: 27 Aug 2020 01:47
Last Modified: 27 Aug 2020 01:47
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/80233

Actions (login required)

View Item View Item