Optimasi Waktu Pelaksanaan Proyek Swakelola pada Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI)

Thohir, Musa Mardwiana (2020) Optimasi Waktu Pelaksanaan Proyek Swakelola pada Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI). Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 09211550023011-Master_Thesis.pdf] Text
09211550023011-Master_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) merupakan program yang dilaksanakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Brantas (BBWS) yang bertujuan untuk peningkatan jaringan irigasi dengan pembangunan saluran tersier/kecil. Kediri, Trenggalek, Tulungagung, Blitar merupakan salah satu paket wilayah yang mendapatkan program tersebut. Pada pelaksanaan P3-TGAI di wilayah tersebut mengalami masalah keterlambatan penyelesaian program. Diperlukan monitor dan kontrol program untuk memastikan ketepatan waktu dalam pelaksanaannya. Pendekatan metode yang digunakan adalah Project Time Management dengan 7 tahapan proses sesuai PMBOK ( Project Management Book of Knowledge). Metode tersebut digunakan untuk membuat jadwal proyek yang dapat dimonitor dan dikontrol dengan tepat. Critical Path Method (CPM) digunakan untuk mengembangkan jadwal yang sudah direncanakan untuk memperkirakan durasi paling lama dari sebuah proyek atau disebut lintasan kritis. Dari lintasan kritis tersebut dilakukan Focus Group Discussion untuk menentukan aktivitas mana saja di lintasan kritis yang dapat dipercepat pelaksanaannya. Dari analisa yang dilakukan dihasilkan durasi paling lama dari kegiatan P3-TGAI selama 228 hari dengan titik kritis ditiap tahapan dalam kegiatan masing-masing Tahap persiapan selama 68 hari, tahap perencanaan 37 hari, tahap pelaksanaan 100 hari dan Tahap penyelesaian selama 23 hari.
=================================================================================== The Irrigation Water Utilization Improvement Program(P3-TGAI) is a program implemented by Balai Besar Wilayah Sungai Brantas (BBWS) which aims to improve irrigation networks by constructing tertiary / small channels. Kediri, Trenggalek, Tulungagung, Blitar is one of the regional packages to receive this program. During the implementation of the P3-TGAI in the region, there were problems with delays in program completion. Monitoring and program control are required to ensure timeliness of implementation. The method approach used is Project Time Management with 7 process stages according to PMBOK (Project Management Book of Knowledge). This method is used to create a project schedule that can be monitored and controlled appropriately. Critical Path Method (CPM) is used to develop a planned schedule to estimate the longest duration of a project or it is called the critical path. From the critical trajectory, an FGD is conducted to determine which activities on the critical trajectory can be accelerated. From the analysis carried out, the longest duration of the P3-TGAI activity was 228 days with a critical point in each stage in the preparation stage for 68 days, the planning stage 37 days, the implementation stage 100 days and the completion stage for 23 days.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: P3-TGAI, PMBOK, Critical Path Method, Project Time Management
Subjects: T Technology > TH Building construction > TH438 Construction industry--Management. Project management.
Divisions: 61101-Magister Management Technology
Depositing User: Musa Mardwiana Thohir
Date Deposited: 31 Aug 2020 02:28
Last Modified: 31 Aug 2020 02:28
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/81655

Actions (login required)

View Item View Item