Penentuan Kriteria Permukiman Berdasarakan Preferensi Masyarakat Kampung Pemulung (Studi Kasus: Kampung Pemulung Kebagusan, Jakarta Selatan)

Nadibumi, Natrya (2021) Penentuan Kriteria Permukiman Berdasarakan Preferensi Masyarakat Kampung Pemulung (Studi Kasus: Kampung Pemulung Kebagusan, Jakarta Selatan). Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
08211740000077-Undergraduate_Thesis.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy
[img] Text
08211740000077-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only until 1 October 2023.

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Kawasan kumuh telah menjadi persoalan lama di Indonesia, khususnya di DKI Jakarta. Setidaknya bedasarkan data dari Badan Pusat Statistik DKI Jakarta, ada 445 Rukun Warga (RW) yang dinyatakan kumuh pada tahun 2017. Kampung Pemulung Kebagusan sebagai salah satu kawasan kumuh di DKI Jakarta memiliki sifat paradoksal yang di satu sisi telah menjadi alternatif penyediaan permukiman yang tidak dapat dipenuhi pemerintah, di sisi lainnya, kampung pemulung menimbulkan masalah kesehatan, ketertiban dan estetika bagi lingkungan fisik di kawasan tersebut maupun sekitarnya. Fenomena kampung pemulung seperti yang terdapat di Kelurahan Kebagusan merupakan fenomena umum yang terjadi di kota-kota Indonesia. Fenomena ini didasari oleh kesamaan profesi dan ketrampilan yang mendorong para pemulung untuk berkumpul, berbagi dan melakukan suatu hal secara bersama-sama. Sehingga, secara naluriah terbentuklah komunitas yang dikenal masyarakat umum sebagai komunitas pemulung. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun kriteria permukiman berdasarkan preferensi masyarakat yang tinggal di Kampung Pemulung Kebagusan, dalam upaya memahami kebutuhan para penghuninya. Sehingga, kebijakan di masa yang akan datang dapat bersifat inklusif. Metode dalam penelitan ini menggunakan Analisis Delphi dalam upaya mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi dan Analyctical Hierarchy Process (AHP) untuk mengidentifikasi faktor-faktor prioritas yang mempengaruhi preferensi pemulung terhadap permukiman. Selanjutnya, dalam upaya menyusun kriteria digunakan alat analisis triangulasi yang akan mengelaborasikan antara fakta empiri, prefensi masyarakat dengan teori maupun kebijakan yang relevan. Dari penelitian yang dilakukan ditemukan bahwa modal sosial yang dimiliki oleh komunitas pemulung menjadi salah satu kriteria yang sangat mempengaruhi. Adapun faktor yang berkaitan dengan modal sosial adalah kondisi bertetangga antar masyarakat, kedekatan dengan saudara lainnya, kondisi keamanan dan kenyamanan, status tempat tinggal. Terdapat pula faktor lainnya yang mempengaruhi preferensi pemulung terhadap permukiman seperti ketersediaannya fasilitas dan utilitas, aksesbilitas serta bentuk permukiman. ======================================================================================================== Slum areas have been a long-standing problem in Indonesia, particularly in the Special Capital Region of Jakarta. At least based on the data from the DKI Jakarta Central Bureau of Statistics, 445 Community Units were declared slums in 2017. Kampung Pemulung Kebagusan as one of the slum areas in DKI Jakarta has a paradoxical nature which on the one hand had become an alternative to provide settlements that could not be fulfilled by the government, on the other hand, scavenger villages pose health, regulation, and aesthetic problems to the physical environment in the area and its surroundings. The existence of scavenger villages such as the one in Kebagusan urban village is a common phenomenon occurring in Indonesian cities. This phenomenon is based on the similarity of professions and skills that encourage the scavengers to gather, share, and do things together. Thus, instinctively formed a community known to the general public as a scavenger community. This study aims to determine the settlement criteria based on the preferences of the people living in Kampung Pemulung Kebagusan, as an effort to understand the needs of the inhabitants. Therefore, future policies can be more inclusive. The method in this research uses Delphi analysis to find out the influencing factors and Analytical Hierarchy Process (AHP) to identify the priority factors that influence the scavengers’ preferences for settlements. Furthermore, to develop the criteria, a triangulation analysis tool is used to elaborate between the empirical facts, people's preferences and relevant theories and policies. Based on the research conducted, it was found that the social capital owned by the scavenger community became one of the most influential criteria. The factors related to social capital were neighboring conditions between communities, proximity to other relatives, security and comfort conditions, and status of residence. There were also other factors that influence scavengers' preferences for settlements, such as the availability of facilities and utilities, accessibility, and form of settlement.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: pemulung, kriteria permukiman, preferensi masyarakat. scavenger, settlement criteria, preferences.
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5415.32 Consumers' preferences
N Fine Arts > NA Architecture > NA7115 Domestic architecture. Houses. Dwellings
Divisions: Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Regional & Urban Planning > 35201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Natrya Nadibumi
Date Deposited: 27 Aug 2021 13:08
Last Modified: 27 Aug 2021 13:08
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/91026

Actions (login required)

View Item View Item