Putro, Syafrudin Darsono (2026) Strategi Pengembangan Objek Wisata Alam Bukit Matang Kaladan Berdasarkan Preferensi Pengunjung. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
|
Text
5015211120-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only Download (60MB) | Request a copy |
Abstract
Objek Wisata Alam Bukit Matang Kaladan di Kabupaten Banjar merupakan salah satu objek wisata alam unggulan yang menawarkan panorama Waduk Riam Kanan dengan gugusan pulau yang mempunyai pemandangan mirip dengan Raja Ampat. Meskipun memiliki potensi daya tarik alam yang tinggi, dalam beberapa tahun terakhir Bukit Matang Kaladan mengalami penurunan jumlah kunjungan. Disaat bersamaan, terjadi trend peningkatan kunjungan wisata alam di Kabupaten Banjar secara umum. Kondisi tersebut mengindikasikan adanya ketidaksesuaian antara pengelolaan wisata dengan kebutuhan dan preferensi pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan Wisata Alam Bukit Matang Kaladan berdasarkan preferensi pengunjung. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data primer melalui kuesioner kepada 100 pengunjung. Analisis karakteristik pengunjung dilakukan menggunakan analisis deskriptif untuk mengetahui profil pengunjung yang dominan. Sementara itu, preferensi pengunjung terhadap variabel pengembangan wisata dianalisis menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA) guna mengidentifikasi variabel yang memiliki tingkat harapan tinggi namun dengan kenyataan yang belum optimal. Perumusan strategi pengembangan dilakukan dengan mengaitkan hasil analisis karakteristik dan preferensi pengunjung, kebijakan terkait, serta best practice menggunakan wisata alam sejenis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 15 variabel pengembangan wisata yang dianalisis, terdapat tiga variabel yang menjadi prioritas pengembangan, yaitu something to buy, restoran atau cafe, dan promosi. Berdasarkan temuan tersebut, strategi pengembangan difokuskan pada pengembangan aktivitas belanja sebagai pendukung wisata, penyediaan restoran atau kafe sebagai pendukung aktivitas menikmati pemandangan, serta penguatan promosi melalui media digital, kolaborasi, dan penyelenggaraan event wisata. Implikasi dari penelitian ini adalah pengelola perlu memprioritaskan pengembangan promosi dan aktivitas belanja yang tetap ramah lingkungan, dan pemerintah juga perlu menyediakan kebijakan dan regulasi yang jelas untuk pengembangan objek wisata khususnya aktivitas belanja, pembangunan cafe atau restoran, dan pengarahan promosi. Maka dari itu, strategi pengembangan tersebut diharapkan mampu meningkatkan pengalaman wisata, dan meningkatkan exposure wisata untuk kemudian berpotensi dapat meningkatkan kunjungan.
==============================================================================================================================
Bukit Matang Kaladan Natural Tourism Area in Banjar Regency is one of the leading nature-based tourist destinations that offers panoramic views of Riam Kanan Reservoir, with clusters of small islands that resemble the scenery of Raja Ampat. Despite its high natural attraction potential, Bukit Matang Kaladan has experienced a decline in visitor numbers over the past few years. At the same time, nature-based tourism in Banjar Regency has shown an increasing trend. This condition indicates a mismatch between current tourism management practices and the needs and preferences of visitors. This study aims to formulate development strategies for Bukit Matang Kaladan Natural Tourism Area based on visitor preferences. The research employs a qualitative approach, with primary data collected through questionnaires distributed to 100 visitors. Visitor characteristics were analyzed using descriptive analysis to identify dominant visitor profiles. Meanwhile, visitor preferences toward tourism development variables were examined using the Importance Performance Analysis (IPA) method to identify variables with high importance but relatively low performance. The development strategies were formulated by integrating the results of visitor characteristic and preference analyses, relevant tourism policies, and best practices from similar nature-based tourism destinations. The results show that out of 15 tourism development variables analyzed, three variables were identified as priority areas for development, namely something to buy, restaurant or cafe facilities, and promotion. Based on these findings, the proposed development strategies focus on enhancing shopping-related activities as supporting tourism facilities, providing restaurants or cafes to support leisure activities while enjoying the landscape, and strengthening promotion through digital media, stakeholder collaboration, and the organization of tourism events. Therefore, these development strategies are expected to enhance the tourism experience and increase destination exposure, which may subsequently contribute to a potential increase in visitor numbers.
Actions (login required)
![]() |
View Item |
