Devira, Farah (2019) Perancangan Sistem Logistik Ekspor Komoditas Kayu Manis. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
|
Text
04411540000004-Undergraduate_Thesis.pdf Restricted to Repository staff only Download (8MB) | Request a copy |
Abstract
Indonesia memasok sekitar 50% kebutuhan kayu manis dunia. Sebagai salah satu penghasil kayu manis terbesar di dunia, nyatanya pembagian keuntungan yang diperoleh Indonesia hanya 25% dari 100% harga tingkat ritel. Selain itu, panjangnya rantai tata niaga saat ini sangat merugikan para petani yang hampir tidak merasakan dampak dari meningkatnya harga kayu manis dalam pasar ekspor dunia dari waktu ke waktu. Di sisi lain, perdagangan elektronik atau e-dagang khusunya di wilayah Asia Pasifik terus mengalami perkembangan yang pesat. Di Indonesia sendiri, persebaran internet di seluruh wilayah nusantara semakin merata setiap tahunnya terbukti dengan semakin meningkatnya pengguna internet Indonesia. Melihat peluang dan masalah yang sedang dihadapi, penulis mencoba untuk menerapkan sistem perdagangan elektronik pada kegiatan ekspor kayu manis Indonesia dengan mengambil rute pengiriman Padang – Baltimore yang memiliki permintaan sebanyak 21 ton / tahunnya. Setelah dilakukan perhitungan pada 3 skenario yang dibuat untuk petani, skenario marketplace adalah skenario yang paling optimum dengan besar biaya logistik sebesar Rp 113.000 / kg dan waktu pengiriman selama 9 hari (dari proses produksi hingga barang sampai negara tujuan). Sedangkan untuk eksportir, biaya logistik yang dihasilkan ketika mereka menerapkan sistem e-dagang adalah sebesar Rp 399.300 / kg dengan waktu logistik selama 29 hari, yang jika dibandingkan dengan pola pengiriman saat ini (biaya logistik sebesar Rp 113.000 / kg dengan durasi 59 hari) hanya unggul dari sisi waktu logistiknya yang lebih cepat 30 hari.
===================================================================================================================================
It is about 50% of the world’s cinnamon needs are supplied by Indonesia. However, profit sharing obtained by Indonesia is only 25% out of 100% from retail price level. The current logistics system in Indonesia suffers the local farmers who is barely impacted by the rising price of cinnamon in export market. On the other hand, electronic commerce (ecommerce) grows rapidly particulary in Asia-Pasific including Indonesia. The internet connectivity has spread around the provinces which results massive internet users in it. Therefore, this study aims to implement electronic trading system for exporting cinnamon by taking case study of Padang to Baltimore with annual demand for 21 tons. There are 3 scenarios analyzed in this study from the farmers views. It is obtained that marketplace scenario is the most optimum with total logistics cost and time for about Rp 113.000/kg and 9 days respectively. From the exporter views, the implementation of e-commerce results total logistics cost for about Rp399.300/kg (higher than the existing system which only costs Rp113.000/kg). While the total logistics time is up to 29 days which is 30 days faster than the exisiting system (59 days).
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | cinnamon, e-commerce, export, logistics |
| Subjects: | H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD38.5 Business logistics--Cost effectiveness. Supply chain management. ERP H Social Sciences > HE Transportation and Communications > HE336.C5 Choice of transportation H Social Sciences > HF Commerce > HF5548.32 Electronic commerce. V Naval Science > VM Naval architecture. Shipbuilding. Marine engineering > VM293 Shipping--Indonesia--Safety measures |
| Divisions: | Faculty of Marine Technology (MARTECH) > Marine Transportation Engineering > 21207-(S1) Undergraduate Thesis |
| Depositing User: | Devira Farah |
| Date Deposited: | 23 Jul 2026 01:24 |
| Last Modified: | 23 Jul 2026 01:24 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/67362 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
