Khairunnisa, Farah (2026) Perancangan Animasi Upacara Adat Ngamandian Ucing Sebagai Bentuk Pelestarian Budaya Jawa Barat. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
|
Text
5030211053-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only Download (8MB) | Request a copy |
Abstract
Ritual Ngamandian Ucing adalah upacara adat yang berasal dari Kampung Nyenang, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat. Diperlukannya pelestarian kebudayaan asli Indonesia agar budaya Indonesia tidak luntur seiring berjalannya waktu. Namun, cara pelestarian kebudayaan perlu mengikuti perkembangan zaman, saat ini informasi jauh lebih mudah diakses pada gadget. Salah satu cara melestarikan budaya Indonesia yaitu menggunakan media sosial pada gadget, sehingga penyebaran informasi tentang budaya Indonesia lebih cepat dijangkau oleh generasi saat ini. Peneliti menggunakan metode studi literatur dan pendalaman wawancara kepada pihak terkait kebudayaan. Didapatkan studi terdahulu melakukan edukasi menggunakan media animasi interaktif dan didapatkan hasil yang maksimal dimana audiens lebih mudah memahami dan menerima materi menggunakan media interaktif. Berdasarkan hasil pendalaman wawancara terhadap narasumber pemangku upacara Ngamandian Ucing yaitu Bapak Tatang, disebutkan bahwa upacara adat Ngamandian Ucing telah dilaksanakan turun temurun setiap adanya musim kemarau panjang di Kampung Nyenang. Data yang telah terkumpul menjadi acuan dalam pembuatan animasi berdurasi sepuluh menit tiga puluh dua detik, dengan judul "S'Jagat: Upacara Ngamandian Ucing". Hasil uji animasi yang dilakukan dengan membagikan form berisi kuesioner kepada dua narasumber ahli. Didapatkan bahwa hasil animasi cukup memuaskan dengan skor rata-rata 4, 87 dari 5 oleh kepala dinas kebudayaan, dan didapatkan skor rata-rata 4,67 oleh animator. Didapatkan juga penilaian audiens dengan skor rata-rata 4,68 dari 5 bahwa audiens sangat setuju animasi ini membantu audiens memahami materi kebudayaan. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu suatu upacara adat khususnya upacara adat Ngamandian Ucing, dapat lebih mudah dijangkau dan dipahami oleh remaja dengan media animasi yang disebar pada sosial media. Selain itu, animasi edukasi kebudayaan ini membantu pemahaman audiens dalam mempelajari kebudayaan indonesia, khususnya Ritual Ngamandian Ucing.
==================================================================================================================================
The Ngamandian Ucing ritual is a traditional ceremony originating from Nyenang Village, Cipeundeuy Subdistrict, West Bandung Regency. It is essential to preserve Indonesia's indigenous culture so that it does not fade away over time. However, methods of cultural preservation must keep pace with the times; today, information is far more easily accessible via gadgets. One way to preserve Indonesian culture is by using social media on gadgets, so that information about Indonesian culture can reach the current generation more quickly. The researcher employed a literature review and in-depth interviews with cultural stakeholders. Previous studies have shown that using interactive animation as an educational tool yields optimal results, as a audiences find it easier to understand and absorb the material through interactive media. Based on in-depth interviews with Mr. Tatang, the custodian of the Ngamandian Ucing ceremony, it was revealed that the Ngamandian Ucing traditional ceremony has been performed for generations whenever a long dry season occurs in Nyenang Village. The collected data served as the basis for creating a 10-minute, 32-second animation titled "S'Jagat: The Ngamandian Ucing Ceremony". The results of the animation evaluation were obtained by distributing a questionnaire to two expert sources. The animation received a satisfactory rating, with an average score of 4.87 out of 5 from the head of the Departement of Culture and an average score of 4.67 out of 5 from teh animator. Audience evaluations also showed an average score of 4.68 out of 5, indicating that the audience strongly agreed that this animation helped them understand the cultural material. The conclusion of this study is that traditional ceremonies--particularly the Ngamandian Ucing ceremony--can be made more accessible and understandable to teenagers through animations shared on social media. Furthermore, these cultural educational animations help the audience better understand Indonesian culture, particularly the Ngamandian Ucing ritual.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Animasi, Kebudayaan, Ngamandian Ucing, Animation, Cat Bathing, Culture |
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > GR Folklore G Geography. Anthropology. Recreation > GT Manners and customs L Education > LB Theory and practice of education N Fine Arts > NC Drawing Design Illustration N Fine Arts > NK Decorative arts Applied arts Decoration and ornament > NK1535.B3 Design T Technology > TR Photography > TR897.7 Computer animation |
| Divisions: | Faculty of Creative Design and Digital Business (CREABIZ) > Visual Communication Design > 90241-(S1) Undergraduate Thesis |
| Depositing User: | Farah Khairunnisa |
| Date Deposited: | 28 Jul 2026 08:48 |
| Last Modified: | 28 Jul 2026 08:48 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/138043 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
