Nugraha, Reza Aditya (2019) Studi Pengaruh Komposisi Filler Limbah Ampas Tebu yang Diperkuat Wire Mesh terhadap Sifat Fisis dan Sifat Mekanik Komposit untuk Aplikasi Papan Partikel Semen. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
Preview |
Text
02511540000115_Undergraduate_Theses.pdf - Accepted Version Download (2MB) | Preview |
Abstract
Limbah ampas tebu (bagasse) adalah hasil pemrosesan penggilingan untuk membuat gula, proses penggilingan tersebut menghasilkan 35-40% ampas tebu. Dengan laju produksi tebu di Indonesia yang mencapai 2,2 juta ton pada tahun 2017 menghasilkan limbah ampas tebu yang besar. Disamping itu, kebutuhan akan semen terus meningkat seiring pesatnya pembangunan infrastruktur maupun properti, dimana menuntut kualitas bangunan yang baik dengan harga ekonomis. Salah satu cara efektif dan ekonomis untuk hal tersebut adalah penambahan wire mesh, hal ini karena wire mesh berbahan dasar logam yang di-las membentuk anyaman logam yang akan berfungsi sebagai ”tulangan” semen. Berdasarkan hal tersebut maka penelitian ini dilakukan, dengan memvariasikan komposisi ampas tebu sebesar 0, phr, 1 phr, 3 phr, 5 phr dan 7 phr. Perbandingan semen dan bata ringan sebanyak 70:30 dan Faktor air semen sebesar 0,4 dari massa semen. Persiapan dimulai dengan mempersiapkan ampas tebu, menyiapkan cetakan, serta pencampuran dan penuangan pasta semen dalam cetakan serta penambahan wire mesh, setelah itu digunakan sesuai variasi komposisi yang diinginkan. Biarkan selama 28 hari. Pengujian yang dilakukan adalah uji Mikroskop Optik untuk mengetahui sifat fisisnya. Sedangkan untuk sifat mekanik dilakukan uji bending, uji kompresi, absorbsi air dan uji densitas. Hasil dari percobaan ini adalah nilai absorbsi air maksimal adalah 12.71% untuk penambahan 7 phr ampas tebu tanpa diperkuat wire mesh dimana hasilnya sudah memenuhi standar uji ISO 8335 yang mensyaratkan nilai absorbsi air tidak lebih dari 12%. Sedangkan untuk densitasnya juga memenuhi standar ISO 8335 dimana semua spesimen memiliki nilai diatas 1.0 g/cm3 dengan densitas tertinggi adalah dengan penambahan ampas tebu 1 phr yang diperkuat wire mesh dengan nilai 1.68 g/cm³. Nilai kuat tekan tertinggi pada penambahan ampas tebu 1 phr dengan perkuatan wire mesh yaitu 720.6 kgf/cm². Sedangkan nilai uji kelenturan tertinggi terbesar pada komposisi 1 phr ampas tebu dengan wiremesh sebesar 121.905 Kgf/cm².========================================================= Sugarcane waste (bagasse) is a product from sugarcane mill to produce sugar. That process consists of 35-40% sugarcane waste. With the Indonesian Sugar production rate around 2,2 million ton in 2017, produce a lot of waste. On the other hand, infrastructure is the main program from our current president, and it required a good quality and economical price. One improvement that can be added to create a good quality product is adding wire mesh to the cement. The wire mesh made by metal materials that consist of good work properties and strength, it will be the "bone" which handling and transfer the stress and also give a reinforcement. This study is created based on those aspects, with variate the bagasse composition from 0 phr, 1 phr, 3 phr, 5 phr, and 7 phr. consist a 70 phr cement and 30 phr light-brick composition with 0,4 phr water from cement mass. The process begins with preparing the bagasse, cement, and light-brick and then added with wire mesh. The molding process is after mixing the paste, this process required 28 days before the test. For a physical test, there is a Microscope Optic test, and for the mechanical test, there are Compression test, Flexural test, Water absorption test, and density test. The results are maximum water adsorption is 12,71% on 7 phr bagasse composition, which passed ISO 8335 Standard. The density is fulfilled the ISO 8335 Standard which its required more than 1,0 g/cm³. Highest density belongs to 1 phr bagasse composition reinforced by wire mesh with 1.68 g/cm³. Highest Compression strength is from 1 phr bagasse composition reinforced by wire mesh with 720,5 kgf/cm², and the highest flexural strength is 121,905 kgf/cm² from 1 phr bagasse composition reinforced by wire mesh.
Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
---|---|
Additional Information: | RSMt 676.14 Nug s-1 2019 |
Uncontrolled Keywords: | bata ringan, ampas tebu, papan partikel, wire mesh |
Subjects: | L Education > L Education (General) T Technology > TP Chemical technology > TP884.L5 Lightweight concrete |
Divisions: | Faculty of Industrial Technology > Material & Metallurgical Engineering > 28201-(S1) Undergraduate Thesis |
Depositing User: | Reza Aditya Nugraha |
Date Deposited: | 13 Feb 2025 05:21 |
Last Modified: | 13 Feb 2025 05:21 |
URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/64889 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |