Perancangan Kawasan Perdagangan Berbasis Hybrid City Untuk Meningkatkan Responsivitas Lingkungan (Studi Kasus: Kawasan Dauh Puri Kangin, Kota Denpasar)

Anggraeni, Putu Bulan Ratna (2019) Perancangan Kawasan Perdagangan Berbasis Hybrid City Untuk Meningkatkan Responsivitas Lingkungan (Studi Kasus: Kawasan Dauh Puri Kangin, Kota Denpasar). Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 08111750030005-Master_Thesis.pdf]
Preview
Text
08111750030005-Master_Thesis.pdf

Download (12MB) | Preview

Abstract

Kelayakan responsivitas lingkungan adalah standar penting dalam perancangan suatu kawasan perdagangan karena memiliki aktivitas beragam dan melibatkan banyak jenis civitas. Penelitian perlu dilakukan pada kawasan yang memperlihatkan prioritas terhadap pengembangan area perdagangan. Salah satunya berada di kawasan Kota Denpasar karena perekonomian kota ini sangat bergantung pada sektor perdagangan, dibandingkan dengan sektor lain seperti sektor pariwisata, pertanian dan lainnya. Permasalahan terjadi pada pusat perdagangan Kota Denpasar yang berada di wilayah Dauh Puri Kangin. Kawasan ini masih memiliki masalah fisik maupun non fisik dan belum mengembangkan potensi-potensi yang ada. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisa permasalahan aspek fisik dan non fisik secara lebih spesifik sehingga dapat menerapkan konsep desain yang relevan. Dalam mencapai tujuan tersebut, digunakan cognitive mapping, survei instansi dan survei pendapat masyarakat untuk pengumpulan data setiap aspek penelitian. Analisa ruang kota menggunakan teknik qualitative assessment untuk menganalisa data yang dikumpulkan dan menghasilkan penilaian tingkat responsivitas. Selanjutnya, hasil analisa menjadi pertimbangan utama kriteria perancangan dalam tema hybrid city. Hasil analisa memperlihatkan bahwa lokasi studi memiliki masalah pada aspek permeabilitas, keragaman dan kesesuaian visual. Penyebabnya adalah gangguan pada segregasi jalur dan masalah visual dalam menyelaraskan tampilan tradisional dan modern pada fasad-fasad bangunan. Sebagai solusi, tahapan perancangan menerapkan penggabungkan unsur yang berbeda dan bertentangan, tanpa meninggalkan karakter setiap unsur. Tahapan ini menghasilkan panduan perancangan kawasan dari segi desain arsitektural, penataan ruang luar, dan fasilitas pejalan kaki. Akhir dari penelitian dan perancangan ini menyimpulkan bahwa hybrid city tidak hanya dapat menggabungkan unsur fisik, tetapi juga unsur non fisik kawasan. Hybrid city dapat mengkombinasikan sifat fungsional perdagangan kawasan dengan sifat rekreasional secara selaras.
====================================================================================================================================
Feasibility of environmental responsiveness is an essential standard in designing a shopping arcade because it has diverse activities and involves many types of communities. Research needs to be carried out on areas that show priority on the development of trade areas. One of them is in Denpasar City because the city's economy is very dependent on the trade sector, compared to other industries such as tourism, agriculture, and others. The problem occurred in the trading center of Denpasar City in the Dauh Puri Kangin area. This area still has physical and non-physical issues and has not developed existing potentials. This study aims to investigate the physical and non-physical aspects of the problem more accurately so that it can apply the relevant design concepts. In achieving this goal, cognitive mapping, agency surveys, and community opinion surveys are used to collect data on every aspect of the research. Urban space analysis uses a qualitative assessment technique to analyze the data collected and produce an assessment of the level of responsiveness. Furthermore, the analysis results are the primary consideration of the design criteria in the hybrid city theme. The results of the analysis show that the study location has problems with aspects of permeability, variety, and visual appropriateness. The reason is a disruption in line segregation and visual difficulties in harmonizing the traditional and modern appearance of building facades. As a solution, the design stage applies to combine different and conflicting elements, without leaving the character of each component. This stage produces a local design guide in terms of architectural design, outer space arrangement, and pedestrian facilities. The end of this research and design concludes that hybrid city can combine not only physical elements but also non-physical elements of the region. The hybrid city can combine functional traits of regional trade with harmonious nature in harmony.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Hybrid City, Kawasan Perdagangan, Perancangan Kota, Responsivitas Lingkungan
Subjects: H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races > HT133 City and Towns. Land use,urban
Divisions: Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Architecture > 23101-(S2) Master Thesis
Depositing User: Putu Bulan Ratna Anggraeni
Date Deposited: 06 Aug 2026 01:00
Last Modified: 06 Aug 2026 01:00
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/65765

Actions (login required)

View Item View Item